Senin, 01 September 2008

PELAJARAN HARI INI

Ada banyak manfaat yang bisa kita petik hikmahnya di setiap kejadian. Adalah sebuah keniscayaan bahwa pelajaran ada di setiap sisi kehidupan. Sebutir pasir pun bisa menjadi pelajaran, jika kita menggali hikmah yang terpendam di baliknya, apa lagi alam beserta isinya.

Hari ini saya belajar dari orang-orang yang ujub dan sombong. Entah ujub itu hadir karena karakter pribadinya, atau mungkin dari lingkungan yang mendukungnya untuk berlaku ujub. Yang pasti orang-orang ujub itu tak ubahnya seperti batu keras yang hitam.

Setelah mendengar khutbah Jum'at hari ini, hati saya tentram. Ya, pelajaran berharga tentang orang-orang ujub. Saya teringat ketika beberapa waktu lalu dihadapkan dengan orang yang ujubnya bukan kepalang plus kepala batu dan lisan yang kurang terjaga. Ingin sekali saya membalasnya.Tapi saya pikir tak ada gunanya. Jika saya membalasnya, saya tak ubahnya seperti mereka. Mungkin memang karakternya begitu atau mungkin ia dididik oleh keturunan dan orang dengan sifat serupa. Saya belajar untuk tidak menjadi sama seperti mereka. Itulah hikmah yang bisa saya petik hari ini.

Bagaimana ujub bisa terjadi, Sang Ustadz menjelaskan bahwa Sholat fardhu yang benar (khusyuk dan tepat, tepat waktu, benar gerakkan) bisa menjauhkan manusia dari sifat dan perbuatan ujub. Sebab orang yang terjaga sholatnya (waktu dan kekhusyukannya) sisa sholat tersebut akan tertinggal pada lisan dan perbuatannya.

Khutbah Jum'at hari ini berkisah tentang bencana - bencana yang terus melanda tanah air. Dan ternyata, ujub juga bisa mendatangkan bencana. Baru pinter dikit sudah ujub, baru kaya dikit sudah ujub, baru cantik/cakep dikit sudah ujub, baru punya kedudukan dikit sudah ujub, baru bisa ngomong dikit sudah ujub. Bayangkan kalo yang baru sedkit-sedikit ini sudah membuat banyak anak bangsa ini ujub? Berapa banyak lagi bencana yang akan menimpa?

Bangsa ini harus disadarkan tentang hakikat "Rendah Hati". Rendah hati tidak hanya di mata makhluk Allah, namun terlebih lagi di mata Allah. Karena sifat-sifat terpuji tersebut "Rendah Hati dan Tawadhu" lisan maupun perbuatan bisa menghasilkan banyak kebaikan. Agar bangsa ini meraih keselamatan. Bukankah pakaian sombong itu hanya milik Allah?

Mari kita berantas penyakit masyarakat (ujub, riya', sombong, takabur, keras kepala/kepala batu, etc), agar bangsa kita terbebas dari bencana.

Selamat berjuang menuju pembersihan jiwa...

Tidak ada komentar: