Sering kali setelah kita berusaha dan berdo'a untuk meraih sesuatu atau terlepas dari suatu kesulitan, hasil yang kita harap seperti jauh panggang dari api. Padahal bisa jadi kita sudah berusaha sekuat tenaga. Kita juga tidak lepas dari memanjatkan do'a kepada Allah SWT agar apa yang kita harapkan segera tercapai, tetapi mengapa tidak berhasil juga?
Setiap orang pasti akan mendamba bening hati. Karena dengannya orang akan melihat sesuatu di sekelilingnya dengan mata hati. Ya Allah karuniakan kepada kami Qolbun Salim
Minggu, 07 September 2008
Sabtu, 06 September 2008
SABAR KUNCI RAIH KESUKSESAN
Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.Dalam hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.
Rabu, 03 September 2008
15 ALASAN RINDUKAN RAMADAN
Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus."
WAHAI HATI...DENGARLAH...
Siapa yang mengakui indahnya bunga? Dengan warna yang menarik dan bau yang harum, ia sering menjadi idaman. Kadang-kadang ia juga menjadi perhiasan.Mata yang menilai pula mendapat tafsir tentang keindahan dari akalnya.akal yang baik dan cerdas adalah akal yang dipandu oleh kasih Allah dan Rasulnya. Bukankah ini yang dinamakan iman............
KITA PERLU DOA
Setiap kita harus berdoa. Karena kita diciptakan dalam keadaan yang penuh keterbatasan dan kelemahan. Di balik segala kelebihan kemanusiaan kita, kita juga menyimpan bertumpuk kelemahan kemanusiaan pula. Di balik harum nama dan gelar kita, sejujurnya banyak borok yang mungkin tak seorangpun tahu, kecuali kita sendiri....
Senin, 01 September 2008
PELAJARAN HARI INI
Ada banyak manfaat yang bisa kita petik hikmahnya di setiap kejadian. Adalah sebuah keniscayaan bahwa pelajaran ada di setiap sisi kehidupan. Sebutir pasir pun bisa menjadi pelajaran, jika kita menggali hikmah yang terpendam di baliknya, apa lagi alam beserta isinya.
Hari ini saya belajar dari orang-orang yang ujub dan sombong. Entah ujub itu hadir karena karakter pribadinya, atau mungkin dari lingkungan yang mendukungnya untuk berlaku ujub. Yang pasti orang-orang ujub itu tak ubahnya seperti batu keras yang hitam.
Setelah mendengar khutbah Jum'at hari ini, hati saya tentram. Ya, pelajaran berharga tentang orang-orang ujub. Saya teringat ketika beberapa waktu lalu dihadapkan dengan orang yang ujubnya bukan kepalang plus kepala batu dan lisan yang kurang terjaga. Ingin sekali saya membalasnya.Tapi saya pikir tak ada gunanya. Jika saya membalasnya, saya tak ubahnya seperti mereka. Mungkin memang karakternya begitu atau mungkin ia dididik oleh keturunan dan orang dengan sifat serupa. Saya belajar untuk tidak menjadi sama seperti mereka. Itulah hikmah yang bisa saya petik hari ini.
Bagaimana ujub bisa terjadi, Sang Ustadz menjelaskan bahwa Sholat fardhu yang benar (khusyuk dan tepat, tepat waktu, benar gerakkan) bisa menjauhkan manusia dari sifat dan perbuatan ujub. Sebab orang yang terjaga sholatnya (waktu dan kekhusyukannya) sisa sholat tersebut akan tertinggal pada lisan dan perbuatannya.
Khutbah Jum'at hari ini berkisah tentang bencana - bencana yang terus melanda tanah air. Dan ternyata, ujub juga bisa mendatangkan bencana. Baru pinter dikit sudah ujub, baru kaya dikit sudah ujub, baru cantik/cakep dikit sudah ujub, baru punya kedudukan dikit sudah ujub, baru bisa ngomong dikit sudah ujub. Bayangkan kalo yang baru sedkit-sedikit ini sudah membuat banyak anak bangsa ini ujub? Berapa banyak lagi bencana yang akan menimpa?
Bangsa ini harus disadarkan tentang hakikat "Rendah Hati". Rendah hati tidak hanya di mata makhluk Allah, namun terlebih lagi di mata Allah. Karena sifat-sifat terpuji tersebut "Rendah Hati dan Tawadhu" lisan maupun perbuatan bisa menghasilkan banyak kebaikan. Agar bangsa ini meraih keselamatan. Bukankah pakaian sombong itu hanya milik Allah?
Mari kita berantas penyakit masyarakat (ujub, riya', sombong, takabur, keras kepala/kepala batu, etc), agar bangsa kita terbebas dari bencana.
Selamat berjuang menuju pembersihan jiwa...
Hari ini saya belajar dari orang-orang yang ujub dan sombong. Entah ujub itu hadir karena karakter pribadinya, atau mungkin dari lingkungan yang mendukungnya untuk berlaku ujub. Yang pasti orang-orang ujub itu tak ubahnya seperti batu keras yang hitam.
Setelah mendengar khutbah Jum'at hari ini, hati saya tentram. Ya, pelajaran berharga tentang orang-orang ujub. Saya teringat ketika beberapa waktu lalu dihadapkan dengan orang yang ujubnya bukan kepalang plus kepala batu dan lisan yang kurang terjaga. Ingin sekali saya membalasnya.Tapi saya pikir tak ada gunanya. Jika saya membalasnya, saya tak ubahnya seperti mereka. Mungkin memang karakternya begitu atau mungkin ia dididik oleh keturunan dan orang dengan sifat serupa. Saya belajar untuk tidak menjadi sama seperti mereka. Itulah hikmah yang bisa saya petik hari ini.
Bagaimana ujub bisa terjadi, Sang Ustadz menjelaskan bahwa Sholat fardhu yang benar (khusyuk dan tepat, tepat waktu, benar gerakkan) bisa menjauhkan manusia dari sifat dan perbuatan ujub. Sebab orang yang terjaga sholatnya (waktu dan kekhusyukannya) sisa sholat tersebut akan tertinggal pada lisan dan perbuatannya.
Khutbah Jum'at hari ini berkisah tentang bencana - bencana yang terus melanda tanah air. Dan ternyata, ujub juga bisa mendatangkan bencana. Baru pinter dikit sudah ujub, baru kaya dikit sudah ujub, baru cantik/cakep dikit sudah ujub, baru punya kedudukan dikit sudah ujub, baru bisa ngomong dikit sudah ujub. Bayangkan kalo yang baru sedkit-sedikit ini sudah membuat banyak anak bangsa ini ujub? Berapa banyak lagi bencana yang akan menimpa?
Bangsa ini harus disadarkan tentang hakikat "Rendah Hati". Rendah hati tidak hanya di mata makhluk Allah, namun terlebih lagi di mata Allah. Karena sifat-sifat terpuji tersebut "Rendah Hati dan Tawadhu" lisan maupun perbuatan bisa menghasilkan banyak kebaikan. Agar bangsa ini meraih keselamatan. Bukankah pakaian sombong itu hanya milik Allah?
Mari kita berantas penyakit masyarakat (ujub, riya', sombong, takabur, keras kepala/kepala batu, etc), agar bangsa kita terbebas dari bencana.
Selamat berjuang menuju pembersihan jiwa...
INDAHNYA RAMADAN
Subhanallah, walhamdulillah, walaailaahaillallah, wallahuakbar.
Semoga Allah SWT mengkaruniakan kepada kita semua keterampilan mengendalikan diri. Tidak ada yang bahaya dalam hidup ini, selain sikap kita sendiri.karena ternyata bahaya besar dalam hidup ini ialah ketika kita tidak berhasil mengendalikan diri kita dengan baik.
Salah satu ciri orang bahagia dan bertaqwa ialah yang paling terampil mengendalikan dirinya dengan tepat. Sehingga dapat melalui rintangan yang ada. Kita bisa melatih diri selama ramadhan.
Yang pertama ialah pikiran, pikiran akan mempengaruhi suasana hati. Kalau kita berpikir seseorang akan mengancam diri kita, maka pikiran kita akan langsung merasa tidak nyaman. Kita sering tidak nyaman dalam hidup karena pikiran kita terfokus pada hal-hal yang negatif dan mengakibatkan kita menjadi menderita. Seharusnya bagaimana sikap kita menyikapi hal ini?
Seharusnya bulan Ramadhan bulan latihan untuk berpikir positif. Kalau pikiran kita hanya tertuju kepada makhluk, maka akan gelisah. Namun bila pikiran kita tertuju kepada pencipta makhluk yakni Allah SWT maka insyaallah tidak akan gelisah. Semakin lambat mengalihkan pikiran kita kepada Allah, semakin gelisah. Semakin cepat mengalihkan pikiran kita kepada Allah, maka akan semakin tenteram. "Alaa bidzikrillahi tatma'innulquluub".
Melihat kekurangan orang lain, akan jengkel. Melihat kelebihan orang lain, akan tenang. Mari kita mencari seribu satu alasan untuk memaafkan orang lain. Kendalikan pikiran, mencari hikmah, berdzikir, mencari Allah SWT insyaallah tenteram.
Kita sering melihat lukisan kuda, dan kita terpesona kepada yang melukisnya. Kenapa melihat kuda yang nyata, kita tidak memuji Sang Maha Pencipta-Nya? Kita melihat adik kita memainkan boneka, dan kita memuji pabrik bonekanya. Kenapa melihat bayi memainkan boneka, kita tidak memuji yang Maha Pencipta?
Setiap kejadian terjadi atas ijin dan kehendak Allah SWT. Setiap kejadian yang terjadi pasti ada hikmahnya. Kita jangan terfokus kepada makhluk, fokuslah kepada yang Maha Menciptakan makhluk.
Selamat menikmati mengolah pikiran, kalau kita tidak terampil mengolah pikiran, ciri yang paling khas adalah gelisah. Apakah kita tidak boleh gelisah? Jawabnya "harus", tetapi gelisahnya bukan karena urusan dunia, melainkan urusan akherat. Sebagai contoh : takut kalau shalat kita tidak diterima, amal yang tidak ikhlas, takut di yaumal hisab tidak husnul khotimah.
Yang kedua, latihan mengendalikan keinginan. Kesengsaraan itu karena diperbudak oleh keinginan. Yang bagus ialah menginginkan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Untuk keinginan dunia, memperbanyak do'a dan memohon petunjuk yang terbaik dalam pandangan Allah SWT. Apapun yang kita inginkan, syaratnya ialah :
1. Allah SWT suka atau tidak dengan keinginan kita.
2. Istiqharah, memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT. Sebagaimana terdapat dalam firman Allah SWT : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". (QS.2 : 216).
Keinginan timbul dari pandangan, cobalah untuk menahan pandangan dari yang tidak membawa manfaat. Kalau kita ingin membeli sesuatu, pertanyaannya adalah, bukan ingin atau tidak ingin? Tetapi, kita perlu atau tidak perlu? Karena keinginan tidak akan pernah ada habisnya. Rasulullah SAW menggambar sebuah kotak dan didalamnya digambarkan ditengah kotak tersebut sebuah garis lurus yang melewati kotak tersebut, apa artinya? Kotak tersebut diartikan sebagai umur, sedangkan garis lurus didalam kotak tersebut digambarkan sebagai keinginan.
Yang ketiga, mengendalikan amarah. Kenapa kita marah? Prinsip dasarnya ialah ketidaksiapan mental menerima yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Kalau kita marah, kepentingannya nafsu dan cenderung menyakiti orang lain. Sedangkan kalau kita tegas, kepentingannya adil. Maka berlaku adillah, karena adil dekat dengan taqwa.
Sebagai analogi, kalau kita marah bagaikan menancapkan paku ke dinding. Semakin sering kita marah, semakin banyak paku yang akan menancap di dinding. Lisan kita seperti paku yang ditancapkan ke dinding atau hati orang yang kita sakiti. Seandainya kita meminta maaf kepada orang yang telah kita sakiti, maka paku tersebut akan lepas dari dinding, namun kita akan meninggalkan bekas lubang paku di dinding.
Yang keempat, mengendalikan lisan. Sebagaimana sabda Rasullulah SAW "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang benar atau diam" (HR.Bukhari Muslim). Mari kita jaga lisan kita dari perkataan-perkataan yang sia-sia, yang tidak membawa manfaat.
Setiap perkataan yang kita ucapkan bagaikan anak panah yang kita lepaskan melesat dari busurnya. Apabila sudah terlepas, maka tidak dapat kita tarik kembali. Oleh karena itu, alangkah lebih baik setiap perkataan yang akan kita ucapkan hendaknya dipikirkan terlebih dahulu.
Semoga kita bisa belajar untuk tidak mudah menyinggung perasaan orang lain dan tidak mudah tersinggung oleh perkataan orang lain. Karena tidak setiap yang ingin kita katakan, harus kita katakan.
Ada empat kriteria orang yang berbicara :
- Orang yang berjiwa besar, yang jika berbicara ada 3 hal yang akan didapat, yakni : membicarakan ilmu,
mencari hikmah dari setiap kejadian, dan berdzikir untuk mengingat Allah SWT.
- Orang yang biasa-biasa, yang mempunyai ciri suka menceritakan peristiwa atau kejadian itu saja.
- Orang yang rendahan, yang mempunyai ciri-cirinya suka mengeluh dan mencela kejadian yang ada.
- Orang yang dangkal ialah orang yang senang membicarakan dirinya sendiri dengan tujuan untuk pamer.
Wallahu'alam bis shawab. (Abdullah Gymnastiar)
Semoga Allah SWT mengkaruniakan kepada kita semua keterampilan mengendalikan diri. Tidak ada yang bahaya dalam hidup ini, selain sikap kita sendiri.karena ternyata bahaya besar dalam hidup ini ialah ketika kita tidak berhasil mengendalikan diri kita dengan baik.
Salah satu ciri orang bahagia dan bertaqwa ialah yang paling terampil mengendalikan dirinya dengan tepat. Sehingga dapat melalui rintangan yang ada. Kita bisa melatih diri selama ramadhan.
Yang pertama ialah pikiran, pikiran akan mempengaruhi suasana hati. Kalau kita berpikir seseorang akan mengancam diri kita, maka pikiran kita akan langsung merasa tidak nyaman. Kita sering tidak nyaman dalam hidup karena pikiran kita terfokus pada hal-hal yang negatif dan mengakibatkan kita menjadi menderita. Seharusnya bagaimana sikap kita menyikapi hal ini?
Seharusnya bulan Ramadhan bulan latihan untuk berpikir positif. Kalau pikiran kita hanya tertuju kepada makhluk, maka akan gelisah. Namun bila pikiran kita tertuju kepada pencipta makhluk yakni Allah SWT maka insyaallah tidak akan gelisah. Semakin lambat mengalihkan pikiran kita kepada Allah, semakin gelisah. Semakin cepat mengalihkan pikiran kita kepada Allah, maka akan semakin tenteram. "Alaa bidzikrillahi tatma'innulquluub".
Melihat kekurangan orang lain, akan jengkel. Melihat kelebihan orang lain, akan tenang. Mari kita mencari seribu satu alasan untuk memaafkan orang lain. Kendalikan pikiran, mencari hikmah, berdzikir, mencari Allah SWT insyaallah tenteram.
Kita sering melihat lukisan kuda, dan kita terpesona kepada yang melukisnya. Kenapa melihat kuda yang nyata, kita tidak memuji Sang Maha Pencipta-Nya? Kita melihat adik kita memainkan boneka, dan kita memuji pabrik bonekanya. Kenapa melihat bayi memainkan boneka, kita tidak memuji yang Maha Pencipta?
Setiap kejadian terjadi atas ijin dan kehendak Allah SWT. Setiap kejadian yang terjadi pasti ada hikmahnya. Kita jangan terfokus kepada makhluk, fokuslah kepada yang Maha Menciptakan makhluk.
Selamat menikmati mengolah pikiran, kalau kita tidak terampil mengolah pikiran, ciri yang paling khas adalah gelisah. Apakah kita tidak boleh gelisah? Jawabnya "harus", tetapi gelisahnya bukan karena urusan dunia, melainkan urusan akherat. Sebagai contoh : takut kalau shalat kita tidak diterima, amal yang tidak ikhlas, takut di yaumal hisab tidak husnul khotimah.
Yang kedua, latihan mengendalikan keinginan. Kesengsaraan itu karena diperbudak oleh keinginan. Yang bagus ialah menginginkan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Untuk keinginan dunia, memperbanyak do'a dan memohon petunjuk yang terbaik dalam pandangan Allah SWT. Apapun yang kita inginkan, syaratnya ialah :
1. Allah SWT suka atau tidak dengan keinginan kita.
2. Istiqharah, memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT. Sebagaimana terdapat dalam firman Allah SWT : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". (QS.2 : 216).
Keinginan timbul dari pandangan, cobalah untuk menahan pandangan dari yang tidak membawa manfaat. Kalau kita ingin membeli sesuatu, pertanyaannya adalah, bukan ingin atau tidak ingin? Tetapi, kita perlu atau tidak perlu? Karena keinginan tidak akan pernah ada habisnya. Rasulullah SAW menggambar sebuah kotak dan didalamnya digambarkan ditengah kotak tersebut sebuah garis lurus yang melewati kotak tersebut, apa artinya? Kotak tersebut diartikan sebagai umur, sedangkan garis lurus didalam kotak tersebut digambarkan sebagai keinginan.
Yang ketiga, mengendalikan amarah. Kenapa kita marah? Prinsip dasarnya ialah ketidaksiapan mental menerima yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Kalau kita marah, kepentingannya nafsu dan cenderung menyakiti orang lain. Sedangkan kalau kita tegas, kepentingannya adil. Maka berlaku adillah, karena adil dekat dengan taqwa.
Sebagai analogi, kalau kita marah bagaikan menancapkan paku ke dinding. Semakin sering kita marah, semakin banyak paku yang akan menancap di dinding. Lisan kita seperti paku yang ditancapkan ke dinding atau hati orang yang kita sakiti. Seandainya kita meminta maaf kepada orang yang telah kita sakiti, maka paku tersebut akan lepas dari dinding, namun kita akan meninggalkan bekas lubang paku di dinding.
Yang keempat, mengendalikan lisan. Sebagaimana sabda Rasullulah SAW "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang benar atau diam" (HR.Bukhari Muslim). Mari kita jaga lisan kita dari perkataan-perkataan yang sia-sia, yang tidak membawa manfaat.
Setiap perkataan yang kita ucapkan bagaikan anak panah yang kita lepaskan melesat dari busurnya. Apabila sudah terlepas, maka tidak dapat kita tarik kembali. Oleh karena itu, alangkah lebih baik setiap perkataan yang akan kita ucapkan hendaknya dipikirkan terlebih dahulu.
Semoga kita bisa belajar untuk tidak mudah menyinggung perasaan orang lain dan tidak mudah tersinggung oleh perkataan orang lain. Karena tidak setiap yang ingin kita katakan, harus kita katakan.
Ada empat kriteria orang yang berbicara :
- Orang yang berjiwa besar, yang jika berbicara ada 3 hal yang akan didapat, yakni : membicarakan ilmu,
mencari hikmah dari setiap kejadian, dan berdzikir untuk mengingat Allah SWT.
- Orang yang biasa-biasa, yang mempunyai ciri suka menceritakan peristiwa atau kejadian itu saja.
- Orang yang rendahan, yang mempunyai ciri-cirinya suka mengeluh dan mencela kejadian yang ada.
- Orang yang dangkal ialah orang yang senang membicarakan dirinya sendiri dengan tujuan untuk pamer.
Wallahu'alam bis shawab. (Abdullah Gymnastiar)
OBAT STRES, INGAT ALLAH
Kondisi zaman yang serba sulit seperti sekarang ini, hampir membuat semua orang di Indonesia terjangkit penyakit stres. Tengoklah rumah sakit jiwa di daerah kita. Kita akan menemukan angka peningkatan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. Sesungguhnya, stres tidak hanya disebabkan oleh peristiwa buruk. Semua perubahan yang berhubungan dengan fisik dan psikis seseorang dapat menyebabkan stres
Stres adalah akumulasi dari reaksi tubuh terhadap situasi atau lingkungan sekitar yang tampak berbahaya atau sulit. Stres membuat tubuh memproduksi hormon adrenalin yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Jadi, sebenarnya stres merupakan reaksi tubuh yang alami (sunnatullah). Hampir sama dengan reaksi spontan tubuh lain, seperti reaksi tubuh saat menghindar dari panas, misalnya, atau kita berselimut ketika hawa dingin menerpa tubuh kita.
Memang, ada stres yang membahayakan yaitu stress berat yang dapat berdampak pada depresi dan pada akhirnya sakit jiwa. Pertanyaannya sekarang, adakah manfaat stress? Saya jawab ada karena semua yang diciptakan ALLAH Swt tidak ada yang sia-sia, tak terkecuali hal yang buruk. Stres yang baik sangat berguna karena dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih tangguh menghadapi tantangan hidup. Nah, yang perlu diwaspadai adalah stress berat yang dapat mengakibatkan kegilaan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa hampir semua penyakit yang diderita oleh manusia muaranya disebabkan oleh stress. Kondisi jiwa yang tertekan dapat membuat sirkulasi darah dan metabolisme menjadi tidak sempurna sehingga membuat kita sakit. Pada dasarnya, kita tidak perlu merasa khawatir dengan stress karena kita mempunyai obat penenang bernama agama.
Stress Bermula dari Kondisi Psikis
Jika kita menemukan orang yang sakit, pada dasarnya kondisi kejiwaannya sedang terganggu. Kondisi jiwa yang tertekan akan mempengaruhi pikiran dan perasaan. Jadi sebenarnya, penyakit yang diderita manusia lebih cenderung karena psikis atau kejiwaannya sedang mengalami gangguan. Ketika kita sedang stres, tubuh kita secara otomatis akan menghasilkan hormon adrenalin dan cortisol. Kedua hormon tersebut akan mengakibatkan jantung berdetak lebih cepat daripada pada keadaan normal. Darah pun akan mengalir dengan lebih cepat. Keadaan ini tentu menguras tenaga karena kadar gula dalam darah akan terkuras cepat. Otot pun menjadi tegang, terutama otot di sekitar mata dan kepala.
Kondisi di atas akan memengaruhi perangai seseorang. Orang menjadi mudah tersinggung, cepat marah, agresif, dan cenderung berlebihan (defensif). Karena kadar adrenalin makin tinggi, kadar gula dalam darah pun semakin naik. Hal tersebut membuat kebutuhan akan zat gula makin tinggi. Jika tidak terpenuhi, orang akan mudah lelah, sukar berkonsentrasi, dan jantung sering berdebar-debar. Selain itu, tanda yang paling sering menyertai stres adalah sakit kepala dan gangguan pencernaan. Jika kita membiarkan keadaan ini berlarut-larut, sistem metabolisme tubuh akan terganggu. Selain memperparah kondisi kesehatan orang yang sedang sakit, stres juga dapat mengakibatkan daya tahan tubuh kita menurun. Tidak heran jika banyak komplikasi penyakit yang salah satunya disebabkan oleh stres.
Bagaimana Mengendalikan Stress?
Stres tidak bisa diobati. Beberapa dokter terkadang hanya memberi obat penenang sejenis chlordiazepoksida, diazepam, dan nipam, jika penderita mulai mengalami gangguan mental dan tidak bisa tidur. Jenis obat-obatan tersebut sekadar mengurangi intensitas detak jantung, mengendorkan otot tegang, dan mengurangi ketegangan saraf. Nah, cara yang paling tepat adalah kembali kepada ALLAH Swt. "
"Sesungguhnya mengingat ALLAH itu menenangkan hati", demikian firman-Nya dalam kitab suci Al-Quran. Dengan banyak mengingat ALLAH, hati akan menjadi tenang dan kita pelan-pelan akan dapat mengendalikan stress
Orang-orang yang hatinya tenang akan selalu menahan diri dari sikap mencari masalah. Dia akan selalu memandang permasalahan hidup secara positif, realistis dengan kemampuan diri, terbuka, dan hidupnya teratur sebagaimana yang sudah menjadi sunnatullah.
Tekanan hidup memang tidak akan pernah berhenti. Kualitas pribadi seseorang akan tampak ketika dia menghadapi permasalahan. Keimanan kepada ALLAH merupakan faktor utama yang membuat kita sehat. Cobalah kita bertanya dalam hati kita masing-masing, mengapa Rasulullah tidak pernah sakit seumur hidupnya? Karena Rasulullah tidak pernah mengalami stres berat. Mengapa Rasulullah tidak pernah stres berat? Karena hati Rasulullah senantiasa tenang. Mengapa Rasulullah selalu diberi ketenangan hati? Karena Rasulullah selalu mengingat ALLAH di sepanjang kehidupannya. Berserah pada kehendak Allah adalah sikap dasar dalam menghadapi segala permasalahan.
*Penulis adalah Adi Supriadi, asisten manager HR Rabbani Holding diambil dari dudung.net
Stres adalah akumulasi dari reaksi tubuh terhadap situasi atau lingkungan sekitar yang tampak berbahaya atau sulit. Stres membuat tubuh memproduksi hormon adrenalin yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Jadi, sebenarnya stres merupakan reaksi tubuh yang alami (sunnatullah). Hampir sama dengan reaksi spontan tubuh lain, seperti reaksi tubuh saat menghindar dari panas, misalnya, atau kita berselimut ketika hawa dingin menerpa tubuh kita.
Memang, ada stres yang membahayakan yaitu stress berat yang dapat berdampak pada depresi dan pada akhirnya sakit jiwa. Pertanyaannya sekarang, adakah manfaat stress? Saya jawab ada karena semua yang diciptakan ALLAH Swt tidak ada yang sia-sia, tak terkecuali hal yang buruk. Stres yang baik sangat berguna karena dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih tangguh menghadapi tantangan hidup. Nah, yang perlu diwaspadai adalah stress berat yang dapat mengakibatkan kegilaan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa hampir semua penyakit yang diderita oleh manusia muaranya disebabkan oleh stress. Kondisi jiwa yang tertekan dapat membuat sirkulasi darah dan metabolisme menjadi tidak sempurna sehingga membuat kita sakit. Pada dasarnya, kita tidak perlu merasa khawatir dengan stress karena kita mempunyai obat penenang bernama agama.
Stress Bermula dari Kondisi Psikis
Jika kita menemukan orang yang sakit, pada dasarnya kondisi kejiwaannya sedang terganggu. Kondisi jiwa yang tertekan akan mempengaruhi pikiran dan perasaan. Jadi sebenarnya, penyakit yang diderita manusia lebih cenderung karena psikis atau kejiwaannya sedang mengalami gangguan. Ketika kita sedang stres, tubuh kita secara otomatis akan menghasilkan hormon adrenalin dan cortisol. Kedua hormon tersebut akan mengakibatkan jantung berdetak lebih cepat daripada pada keadaan normal. Darah pun akan mengalir dengan lebih cepat. Keadaan ini tentu menguras tenaga karena kadar gula dalam darah akan terkuras cepat. Otot pun menjadi tegang, terutama otot di sekitar mata dan kepala.
Kondisi di atas akan memengaruhi perangai seseorang. Orang menjadi mudah tersinggung, cepat marah, agresif, dan cenderung berlebihan (defensif). Karena kadar adrenalin makin tinggi, kadar gula dalam darah pun semakin naik. Hal tersebut membuat kebutuhan akan zat gula makin tinggi. Jika tidak terpenuhi, orang akan mudah lelah, sukar berkonsentrasi, dan jantung sering berdebar-debar. Selain itu, tanda yang paling sering menyertai stres adalah sakit kepala dan gangguan pencernaan. Jika kita membiarkan keadaan ini berlarut-larut, sistem metabolisme tubuh akan terganggu. Selain memperparah kondisi kesehatan orang yang sedang sakit, stres juga dapat mengakibatkan daya tahan tubuh kita menurun. Tidak heran jika banyak komplikasi penyakit yang salah satunya disebabkan oleh stres.
Bagaimana Mengendalikan Stress?
Stres tidak bisa diobati. Beberapa dokter terkadang hanya memberi obat penenang sejenis chlordiazepoksida, diazepam, dan nipam, jika penderita mulai mengalami gangguan mental dan tidak bisa tidur. Jenis obat-obatan tersebut sekadar mengurangi intensitas detak jantung, mengendorkan otot tegang, dan mengurangi ketegangan saraf. Nah, cara yang paling tepat adalah kembali kepada ALLAH Swt. "
"Sesungguhnya mengingat ALLAH itu menenangkan hati", demikian firman-Nya dalam kitab suci Al-Quran. Dengan banyak mengingat ALLAH, hati akan menjadi tenang dan kita pelan-pelan akan dapat mengendalikan stress
Orang-orang yang hatinya tenang akan selalu menahan diri dari sikap mencari masalah. Dia akan selalu memandang permasalahan hidup secara positif, realistis dengan kemampuan diri, terbuka, dan hidupnya teratur sebagaimana yang sudah menjadi sunnatullah.
Tekanan hidup memang tidak akan pernah berhenti. Kualitas pribadi seseorang akan tampak ketika dia menghadapi permasalahan. Keimanan kepada ALLAH merupakan faktor utama yang membuat kita sehat. Cobalah kita bertanya dalam hati kita masing-masing, mengapa Rasulullah tidak pernah sakit seumur hidupnya? Karena Rasulullah tidak pernah mengalami stres berat. Mengapa Rasulullah tidak pernah stres berat? Karena hati Rasulullah senantiasa tenang. Mengapa Rasulullah selalu diberi ketenangan hati? Karena Rasulullah selalu mengingat ALLAH di sepanjang kehidupannya. Berserah pada kehendak Allah adalah sikap dasar dalam menghadapi segala permasalahan.
*Penulis adalah Adi Supriadi, asisten manager HR Rabbani Holding diambil dari dudung.net
Langganan:
Komentar (Atom)